Cerita keinginan Hotman menaklukkan ibu kota bermula saat ia sudah sampai di Jakarta. Menurutnya, ketika ia melintasi jalan utama di wilayah Jakarta, terbersit tekad untuk bisa menaklukkan ibu kota negara ini. Dengan begitu, ini menjadi salah satu impian.
Dalam salah satu video yang diunggahnya di media sosial, Hotman terlihat diundang Prabowo Subianto untuk melihat pertandingan Polo. Dalam salah satu paparannya di video tersebut, Hotman bersama Prabowo menceritakan bagaimana masa kecil mereka. Masa kecil Prabowo dipenuhi oleh perpindahannya dari satu negara ke negara lain. Sementara Hotman, hanya tinggal di kota kecil di Danau Toba yakni Laguboti. Lalu pernyataan terakhirnya, “Lihat, sekarang gua sukses menaklukkan ibu kota”.
Keinginan Hotman menaklukkan ibu kota adalah gol yang ingin dicapai saat pertama kali menjejakkan kaki di Pelabuhan Tanjung Priok dan berkeliling Jakarta. Ia kagum dengan pembangunan dan kebesaran Jakarta waktu itu. Kekagumannya itu membuat dirinya bertekad untuk sukses di ibu kota. Itu yang ia katakan di dalam hati di akhir tahun 1970-an.
Menaklukkan Ibu Kota Sebagai Gol
Salah satu ciri orang sukses adalah memiliki impian atau gol yang ingin dicapai. Gol itu menjadi pegangan atau panduan dalam setiap langkahnya. Dengan gol ini, ia akan berusaha untuk mengukur sejauhmana pencapaian yang sudah diraih, resources apa yang diperlukan, hingga detail teknis perencanaan untuk mencapai gol. Dengan demikian, gol ini menjadi semacam kompas.
Bila diartikan secara sederhana, goal-oriented ialah suatu sikap yang didorong berdasarkan oleh gol yang ingin dicapai (goal-driven). Mereka fokus mengejar tujuan atau hasil tertentu. Suatu kali, Albert Einstein pernah berkata “If you want to live a happy life tie it to a goal not to people or things.” Ya, kebahagiaan hidup seseorang dapat digantungkan terhadap tujuan, bukan orang lain atau benda. Mengapa mereka bisa bahagia?
Sebab, orang yang memiliki tujuan, ia tahu apa yang harus dicapai (goal-driven), buat perencaan (make plans), bergerak melakukan perubahan (make progress), kerja keras demi mencapai apa yang diinginkannya (work harder), tahu tugas apa yang harus dilakukannya (be aware of the tasks ahead to be undertaken), mampu mengatur waktu secara efisien, rapi (organised), tahu apa yang harus diprioritaskan (be prioritised), termotivasi (be motivated), memantau pergerakannya (track of progress), tidak gampang menyerah (do not give up), dan disiplin (self-diciplined).
Saat ini, jika Hotman bercerita, akhirnya ia menjadi salah satu pengacara sukses yang bisa “menaklukkan” Jakarta. Setidaknya, saya melihat ada tiga indikator bagaimana Hotman menaklukkan ibu kota. Pertama, statusnya sebagai salah satu pengacara terkemuka di Jakarta adalah sebuah keniscayaan bahwa ia sudah sukses menaklukkan kota ini. Kedua, penguasaan aset propertinya yang cukup banyak di ibu kota telah membuat ia sebagai seorang pengacara yang diperhitungkan dari sisi kekayaan. Terakhir, meskipun bukan selebriti, tetapi popularitasnya tidak kalah dengan para artis. Dengan demikian, telah sah bila dikatakan bahwa Hotman menaklukkan ibu kota.
#1 Pengacara Top di Ibu Kota
Ukuran penting bahwa Hotman menaklukkan ibu kota adalah saat dirinya mampu survive dan berjaya di Jakarta. Beberapa ukuran pengacara top adalah kemampuan menangani perkara besar, dikenal luas, mendapatkan pengakuan media massa, dan yang tak kalah menarik adalah tarif yang fantastis.
Dari sisi ukuran jumlah partner & associates serta fee earners, barangkali kantor pengacara Hotman tidaklah law firm lainnya. Tetapi, secara top of mind barangkali, dunia pengacara itu identik dengan Hotman. Hampir di banyak media mainstream ia menjadi buah bibir. Jumlah pengikutnya di media sosial hampir menyamai selebriti papan atas. Ia memiliki beberapa program acara di televisi nasional. Dengan demikian, tak salah bila Hotman adalah salah satu pengacara top di ibu kota.
#2 Menciptakan “Kampung Batak”
Salah satu cerita keberhasilan Hotman menaklukkan ibu kota adalah memiliki banyak investasi di Jakarta. Ia selalu berkelakar dalam sebuah joke-nya bahwa area perumahan kelapa gading yang dikenal mayoritas oleh masyarakat keturunan Tionghoa di ibu kota disulap olehnya menjadi kampung Batak. Mengapa? Banyak area kawasan ruko yang merupakan milik Hotman Paris.

Dengan kekayaannya yang mencapai Rp4,5 triliun, Hotman banyak memiliki aset properti di daerah Jakarta. Tak hanya ruko, ia memiliki juga apartemen mewah di pusat jantung ibu kota. Villa di daerah Bali. Dan, kini ia tengah ingin membangun bar di daerah Seminyak Bali. Dengan memiliki banyak aset properti di ibu kota, rasanya sudah sah bila dikatakan kemampuan Hotman menaklukkan ibu kota.
#3 Populer di Pusat Ibu Kota
Kelakar lain yang sering dilontarkan penanda Hotman menaklukkan ibu kota adalah bisa memarkirkan koleksi sport car-nya di pusat ibu kota yang prestigius yakni Bundaran HI. Ia sering bercerita bagaimana bangganya bisa memarkirkan Lamborgini-nya, misalnya, di depan Plaza Indonesia, sebuah tempat perbelanjaan yang menyediakan barang-barang mahal.
Yang lebih penting dari penanda Hotman menaklukkan ibu kota, tak hanya parkir di area Plaza Indonesia, ialah dikenal dan dijadikan figur yang digemari untuk foto selfie bersama. Saat di mall papan atas, tak jarang ia menemui penggemarnya atau masyarakat biasa yang ingin foto bersama. Bagi Hotman, ini sebuah pencapaian luar biasa. Mungkin ia menganggap bahwa dahulu Hotman itu nobody knows, tetapi kini everybody knows.